Warung Bebas

Tuesday, January 24, 2012

Infertilitas Pasutri

Kondisi Reproduksi Wanita
Kelainan terbanyak pada organ reproduksi wanita penyebab infertilitas adalah endometriosis dan infeksi panggul, sedangkan kelainan lainnya yang lebih jarang kejadiannya adalah mioma uteri, polip, kista, dan saluran telur tersumbat (bisa satu atau dua yang tersumbat).

Penyakit Penyebab Infertilitas pada Wanita
1. Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas.

2. Infeksi Panggul
Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral).

3. Mioma Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.

4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.

5. Kista
Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.

6. Saluran Telur yang Tersumbat
Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.

7. Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi Reproduksi Pria
Perlu pembaca ketahui bahwa kondisi reproduksi pria meliputi sperma dan seksualitas.

Sperma
Sperma berasal dari kata spermatozoa, yaitu sel kelamin jantan yang memiliki bulu cambuk. Bentuk sperma mirip kecebong. Sperma dihasilkan oleh testis. Cairan nutrisi sperma berupa cairan putih, kental, dan berbau khas yang disebut “semen”. Proses pengeluaran semen dan sperma disebut ejakulasi, sehingga cairannya disebut juga dengan cairan ejakulat.
Pada pemeriksaan cairan ejakulat yang normal didapatkan:
  1. Volume: ≥ 2 mililiter.
  2. Lama mencair: 60 menit.
  3. pH (tingkat keasaman): ≥ 7,2.
  4. Kadar spermatozoa: ≥ 20 juta spermatozoa per mililiter.
  5. Jumlah spermatozoa total: ≥ 20 juta spermatozoa per ejakulat.
  6. Motilitas (pergerakan):
    • ≥ 50% motil (grade a dan b)*; atau
    • ≥ 25% bergerak progresif (grade a)
  7. dalam 60 menit setelah ejakulasi.
  8. Vitalitas: spermatozoa hidup ≥ 75%.
  9. Sel darah putih: < 1juta per mililiter.

*):
Grade a: pergerakan sperma yang cepat, progresif, biasanya membentuk garis lurus.
Grade b: pergerakan sperma yang lambat, biasanya kurang membentuk garis lurus.
Sperma membawa sifat dari bapak, yang nantinya akan bertemu dengan sel telur yang membawa sifat dari ibu. Oleh karena itu, kualitas sperma dan sel telur yang baik menjadi faktor penting dalam kehamilan.

Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria
1. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular)
Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon.

2. Gangguan di daerah testis (testicular)
Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu. Dalam proses produksi, testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 34–35 °C, sedangkan suhu tubuh normal 36,5–37,5 °C. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu. Oleh karena itu, hindari memakai celana dalam atau celana panjang yang ketat. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh tersebut tetap sejuk. Janganlah merokok, karena penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat mempengaruhi fungsi liver, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. Usaha lain untuk meningkatkan kualitas dan jumlah sperma adalah mengkonsumsi suplemen alami. Asam amino L-carnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma.

3. Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular)
Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja.

4. Gangguan lain
Gangguan lain yang cukup sering kejadiannya adalah pelebaran pembuluh darah atau varises. Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. Akibatnya, darah kotor yang seharusnya dibawa ke atas untuk dibersihkan, turun lagi dan mengendap di testis. Darah kotor yang mengendap mengandung zat-zat yang melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.

Penyebab Lain
1. Kelainan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh berguna melawan benda asing atau kuman penyebab infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Janin juga dilindungi dengan kekebalan ini agar berkembang baik. Kekebalan tubuh diperankan oleh antibodi. Antibodi bisa menyerang kuman (benda asing) karena ada antigen pada kuman tersebut. Jadi, antigen berperan sebagai “tanda pengenal” agar kuman dapat dikenali antibodi, baru kemudian antibodi dapat menghancurkannya. Akan tetapi, pada beberapa wanita terdapat kelainan adanya antibodi antisperma, akibatnya antibodi tersebut menghancurkan sperma yang masuk sehingga pembuahan gagal terjadi. Pada beberapa pria, juga terdapat kelainan berupa antibodi yang dimilikinya menyerang sperma karena sperma dianggap sebagai benda asing sehingga sperma menjadi berkualitas jelek alias tidak mampu membuahi sel telur.
Pada dasarnya, wanita tidak memiliki unsur antigen, seperti halnya pada sperma atau komponen plasma semen. Namun, pada saat wanita mulai berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu antibodi masih dapat ditembus oleh sperma yang bagus kualitasnya dan dapat mengakibatkan kehamilan.

2. Infertilitas Sebagai Komplikasi Penyakit Lain
Penyakit-penyakit yang berkomplikasi infertilitas, antara lain: penyakit genetik, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kelenjar gondok, kelainan hormon, dan obesitas (kegemukan).

Pengobatan Bagi Pasangan Infertil
Bagi pasangan yang ingin dikaruniai keturunan, hendaknya senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berikhtiar, dan bertawakkal. Berusaha dengan penuh kesabaran, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Pasangan infertil sebaiknya pergi ke dokter, rumah sakit, atau klinik infertilitas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Klinik infertilitas yang ada di Indonesia, misalnya:
  • Klinik Permata Hati RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
  • Klinik Fertilitas Graha Amerta RSU dr. Soetomo, Surabaya.
  • Klinik Yasmin RSUP dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Program kesehatan mungkin yang ditawarkan oleh dokter pada pasangan infertil cukup beragam tergantung penyebab infertilitas. Yang perlu diingat, dalam usaha memperoleh keturunan kita harus tetap memperhatikan rambu-rambu syariat. Janganlah demi memenuhi keinginan untuk mendapat anak sehingga kita menghalalkan segala cara.

Usaha- usaha yang Dianjurkan untuk Memperoleh Keturunan
  1. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terutama dengan banyak-banyak beristigfar.
  2. Sabar, optimis, dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan suatu terapi.
  3. Berperilaku hidup sehat, meliputi:
    1. Diet (pola makan) yang sehat
      • Jumlah asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.
      • Karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang, sehingga tidak menimbulkan puncak glukosa darah yang tinggi setelah makan.
      • Mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut.
    2. Latihan jasmani
      • Latihan jasmani teratur dapat memperbaiki kendali glukosa darah, serta mempertahankan atau menurunkan berat badan.
      • Latihan jasmani yang dianjurkan adalah dikerjakan sedikitnya selama 150 menit/minggu dengan latihan aerobik sedang (50—70% denyut jantung maksimal*), atau 90 menit/minggu dengan latihan aerobik berat (mencapai denyut jantung >70% maksimal). Latihan jasmani dibagi menjadi 3-4 kali aktivitas per minggu.
        *) Denyut jantung maksimal: 220-umur: contoh: seseorang berumur 50 tahun, denyut jantung maksimalnya adalah 220-50=170 denyut/menit. 

Monday, January 23, 2012

Mengenal Haid

Secara umum, setiap wanita yang menginjak dewasa akan menemui ‘tamu bulanan’ yang dinamakan haid atau menstruasi. Kaum hawa tentu harus mengenal seluk beluk tentang apa itu haid, agar ia tahu apa yang harus dilakukan jika ia mengalami haid, juga masalah seputar haid. Terlebih lagi wanita muslimah, ia harus mengenal konsekuensi-konsekuensi hukum Islam jika telah haid, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan lain-lain. Berikut ini kami paparkan sedikit mengenai haid dan permasalahan-permasalahan seputarnya secara umum dari tinjauan medis dan sedikit dari sudut pandang Islam.

Definisi Haid
Di dalam buku “Darah Kebiasaan Wanita” yang ditulis oleh Syaikh Utsaimin, disebutkan mengenai pengertian haid. Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut arti syara’ ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan pada waktu tertentu. Jadi haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh karena haid adalah darah normal, maka darah tersebut berbeda sesuai kondisi, lingkungan dan iklimnya, sehingga terjadi perbedaan yang nyata pada setiap wanita.
Secara medis, keadaan haid atau menstruasi adalah proses alami yang dialami setiap wanita, yaitu terjadinya proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Proses ini umumnya terjadi pada saat wanita memasuki usia 10-12 tahun. Proses haid diiringi dengan keadaan keluarnya darah dari kelamin kewanitaan. Dimana proses alamiah ini terjadi rata-rata sekitar selama 2 hari sampai 8 hari. Darah yang keluar rata-rata sebanyak antara kisaran 10ml hingga 80ml per hari. Adapun siklus haid yang normal adalah rata-rata selama 21-35 hari.

Haid Pertanda Memasuki Masa Subur
Haid merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke (mulainya haid) sampai terjadinya menopause (berhentinya haid). Haid terjadi pada wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil. Haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala (tiap bulan) dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam reproduksi.
Haid pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal), sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron. Haid bisa menjadi salah satu pertanda bahwa seorang wanita sudah memasuki masa suburnya. Karena secara fisiologis, haid menandakan telah terbuangnya sel telur yang sudah matang. Haid merupakan bagian dari proses mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan.


Siklus Haid
Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus haid (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus haid berikutnya. Siklus haid berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke (mulainya haid) dan sesaat sebelum menopause (berhentinya haid).
Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc, pada wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemia.
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya haid bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus haid setiap bulannya. Setelah beberapa bulan bisa diketahui pola siklus haid, dan hal ini akan membantu dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya dengan demikian dapat diketahui siklus haid.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus haid, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopi dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (hari ke-1 siklus haid). Perdarahan ini berlangsung selama 3 – 5 hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.


Fisiologi Haid
Haid merupakan bagian dari proses mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar di bawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh jika wanita itu hamil.
Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indungnya untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indungnya dan mulai bergerak menuju tuba falopii terus ke rahim. Jika telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim, lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina.Periode pengeluaran darah dikenal sebagai periode haid, berlangsung selama 3-7 hari. Jika seorang wanita menjadi hamil, haid bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya haid bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah atau urin sederhana.

Gejala yang Menyertai Haid
Proses alamiah haid terjadi pada setiap wanita yang beranjak dewasa. Proses haid diiringi oleh beberapa gejala yang terjadi pada tubuh. Perubahan fisiologis dalam tubuh wanita secara berkala ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Keluarnya darah dari kelamin merupakan indikasi jelas pada proses haid. Untuk beberapa kasus, terdapat gejala-gejala lain yang muncul seiring dengan proses haid, antara lain:
  • Perut terasa mulas
  • Mual
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Diiringi meriang atau demam dan peningkatan suhu tubuh
  • Sakit kepala dan pusing
  • Keputihan
  • Radang pada vagina
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Meningkatnya temperamen emosi
  • Nyeri dan bengkak pada payudara

Pola Makan Mempengaruhi Siklus Haid
Pola makan diyakini membawa pengaruh pada siklus haid. Selain pentingnya pemilihan kandungan nutrisi dan asupan gizi, pola makan yang teratur dan baik memberikan banyak keuntungan serta kebaikan kepada tubuh secara menyeluruh ketika haid maupun ketika tidak haid.
Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering, agar tidak menyebabkan perasaan tidak nyaman pada perut namun tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.
Hal penting lainnya adalah asupan nutrisi dan gizi. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.
Bagaimanapun, lakukanlah pola makan secara teratur. Apapun yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Makan terlalu sering ataupun makan terlalu jarang karena dalam diet yang ekstrim tidak memberikan kebaikan apapun pada tubuh.
Seperti halnya pola makan, jika terdapat ketidakseimbangan dalam pola asupan dan kualitas gizi, maka akan berpengaruh pada kelancaran siklus haid pula. Bahkan ketidakseimbangan tersebut memberikan dampak pula pada terhentinya siklus sama sekali (amenorea).


Nutrisi Penting Ketika Haid
Penting bagi wanita untuk selalu mempertahankan pola makan yang sehat untuk mengurangi efek negatif yang sering dialami saat haid. Berikut beberapa panduan mengenai asupan nutrisi dan gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama haid:
  • Pada periode haid normal, wanita akan kehilangan darah sebanyak kurang lebih antara 10-80cc darah dalam sehari. Sementara mereka yang mengalami haid yang lebih berat akan kehilangan darah lebih banyak. Sehingga kehilangan cairan tersebut harus digantikan dengan minum air yang cukup.
  • Sementara dalam darah yang terbuang terkandung zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh. Jika seseorang mengalami kekurangan zat besi maka gejala yang umum timbul berupa lelah, pucat, rambut rontok, mudah marah, lemah, dan gangguan fungsi pertahanan tubuh. Untuk mencegahnya, sebaiknya setiap wanita mecukupinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang banyak mengandung zat besi diantaranya daging, ayam, ikan, kacang-kacangan dan sereal. Namun hati-hati karena ternyata daging dan produk dengan bahan dasar susu dapat meningkatkan produksi prostaglandin yang memicu nyeri.
  • Keluhan lain yang sering dialami saat haid berupa konstipasi atau gangguan pencernaan. Makanan yang dapat membantu mengurangi gejala tersebut adalah sayuran.
  • Pastikan mengonsumsi kalsium yang cukup, setidaknya 1200 mg/hari. Sumber kalsium yang baik ditemukan pada susu rendah lemak, kedelai atau susu beras, tofu, yogurt, brokoli dan salmon. Kalsium dapat membantu mempertahankan tonus otot dan mencegah kram dan nyeri perut. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum, buah segar dan sayuran.
  • Tingkatkan konsumsi magnesium dalam makanan sebanyak 200 mg/hari. Makanan yang kaya akan magnesium terdapat pada kacang-kacangan, tofu. Magnesium baik untuk mengoptimalisasi kapasitas tubuh dalam menyerap kalsium dan mengurangi kram perut
  • Konsumsi vitamin E, suatu antioksidan yang dapat mengatasi beberapa gejala pre haid dan juga memberi manfaat pada sistem sirkulasi. Wanita membutuhkan 8 mg/hari. Makanan yang mengandung vitamin E termasuk alpukat, kuning telur dan hati.
  • Makanlah makanan yang kaya akan vitamin B6 yang dapat membantu metabolisme protein dan sel darah merah dan telah dilansir dapat mengurasi depresi. Sumber vitamin B6 diantaranya kentang, pisang, dan oatmeal. Kebutuhan akan B6 sebanyak 100 mg/hari.
  • Pastikan Anda mendapat vitamin C dan zinc yang cukup, karena zat gizi tersebut merupakan pendukung kesehatan sel telur wanita dan sistem reproduksi.

Makanan yang perlu dihindari atau dikurangi konsumsinya:
  • Mengurangi konsumsi garam dapat membantu mencegah perasaan kembung,.
  • Kurangi konsumsi kafein, gula dan alkohol karena dipercaya dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh.

Yogyakarta, 06 MAret 2011

Penulis: dr. Avie Andriyani



sumber : http://ummushofiyya.wordpress.com/2011/03/23/mengenal-haid/

Monday, January 9, 2012

Lelaki dengan Ciri Berikut Ini Spermanya Payah

Kualitas sperma hanya bisa dinilai dengan tepat melalui pemeriksaan laboratorium. Namun beberapa ciri fisik yang mudah diamati, mulai dari suara hingga warna kuku bisa juga dipakai untuk memperkirakan kualitas sperma seorang lelaki.

Beberapa ciri fisik tersebut umumnya berhubungan dengan kondisi hormonal maupun riwayat penyakit yang mempengaruhi produksi sperma. Bukan sekedar mitos, berbagai penelitian telah membuktikan adanya keterkaitan antara kualitas sperma dengan penyakit dan kondisi hormonal.

Beberapa ciri fisik yang menandakan bahwa seorang lelaki memiliki kualitas sperma yang buruk antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth, Selasa (10/1/2012).

1. Suara berat
Penelitian terbaru yang dilakukan para ahli dari University of Western Australia menunjukkan bahwa suara laki-laki bisa menunjukkan kualitas spermanya. Laki-laki bersuara berat cenderung spermanya buruk, sebaliknya yang bersuara cempreng spermanya lebih bagus.

Kecenderungan ini dipengaruhi oleh produksi hormon seks lelaki, yakni testosteron. Suara berat menunjukkan produksi testosteron yang berlebihan, yang dalam jumlah tertentu justru menghambat proses pembentukan sel-sel sperma di jaringan testis.

2. Jari telunjuk pendek
Riwayat hormonal saat berada dalam kandungan mempengaruhi ukuran jari seorang lelaki. Makin banyak terpapar hormon testosteron semasa dalam kandungan, maka ukuran jari telunjuk cenderung lebih pendek dibandingkan dengan ukuran jari manis.

Paparan hormon testosteron yang tinggi semasa dalam kandungan mempengaruhi beberapa hal dalam kehidupan seksual seorang laki-laki ketika tumbuh dewasa. Selain meningkatkan risiko kanker prostat, kondisi ini juga menyebabkan produksi sperma berkurang.

3. Warna kuku kemerahan
Dalam kondisi normal, kuku memiliki warna yang rata di semua bagian dan tekstur yang halus. Jika warna kuku memiliki bercak kemerahan, bisa jadi itu menandakan kondisi penyakit kolagen vaskuler seperti lupus yang akan sangat mempengaruhi produksi sperma.

4. Daun telinga berkeriput
Menurut penelitian di Chicago University, seseorang cenderung lebih rentan mengalami masalah jantung jika memiliki keriput menyilang ataudiagonal pada daun telinganya. Penyakit jantung dan pembuluh darah umumnya mengurangi kualitas sperma yang dihasilkan seorang lelaki.

5. Susah mengenali bau
Berkurangnya fungsi indra penciuman hingga 50 persen merupakan salah satu gejala yang sering menyertai penyakit saraf Parkinson. Penelitian di jurnal Annal of Neurology menunjukkan, berbagai fungsi reproduksi laki-laki cendeurng berkurang ketika menderita penyakit ini.

6. Kepala botak
Kerontokan rambut adalah sesuatu yang tidak terhindarkan bagi sebagian besar laki-laki di usia paruh baya. Namun dalam kondisi tertentu, kerontokan yang terjadi di semua bagian termasuk alis mata bisa menandakan gangguan tiroid yang juga mempengaruhi kualitas sperma.




sumber : http://www.detikhealth.com/read/2012/01/10/085829/1811103/763/lelaki-dengan-ciri-berikut-ini-spermanya-payah

Wednesday, January 4, 2012

Menorrhagia (Darah Menstruasi Terlalu Banyak)

Menorrhagia adalah istilah untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan yaitu kehilangan lebih dari 80ml selama periode menstruasi. Studi populasi menunjukkan bahwa kehilangan darah menstruasi yang normal adalah 30-40 ml.

Kondisi yang berkaitan yang mungkin tumpang tindih dengan menorrhagia meliputi:
Metrorrhagia – aliran yang tidak teratur atau sering, nonsiklik
Menometrorrhagia – sering, berlebihan, aliran tidak teratur (menorrhagia ditambah metrorrhagia)
Polymenorrhea – aliran sering, siklus 21 hari atau kurang
Intermenstrual perdarahan – Perdarahan menstruasi yang teratur antara
Rahim disfungsional pendarahan (DUB) – perdarahan endometrium abnormal menyebabkan hormon dan terkait dengan anovulasi

Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan menorrhagia memiliki peningkatan dalam aliran darah menstruasi selama tiga hari pertama (hingga 92% dari total menstruasi yang hilang pada saat itu). Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme yang bertanggung jawab untuk berhenti menstruasi adalah sebagai efektif pada wanita yang memiliki menorrhagia seperti pada perempuan normal, meskipun kehilangan darah yang sangat banyak.

Kondisi yang berkaitan yang mungkin tumpang tindih dengan menorrhagia meliputi:
Metrorrhagia – aliran yang tidak teratur atau sering, nonsiklik
Menometrorrhagia – sering, berlebihan, aliran tidak teratur (menorrhagia ditambah metrorrhagia)
Polymenorrhea – aliran sering, siklus 21 hari atau kurang
Intermenstrual perdarahan – Perdarahan menstruasi yang teratur antara
Rahim disfungsional pendarahan (DUB) – perdarahan endometrium abnormal menyebabkan hormon dan terkait dengan anovulasi
Menentukan kehilangan darah Anda
Studi yang telah mengukur kehilangan darah telah menunjukkan bahwa pasien dengan menorrhagia memiliki peningkatan dalam aliran darah menstruasi selama tiga hari pertama (hingga 92% dari total menstruasi yang hilang pada saat ini). Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme yang bertanggung jawab untuk berhenti menstruasi adalah sebagai efektif pada wanita yang memiliki menorrhagia seperti pada perempuan normal, meskipun kehilangan darah yang sangat banyak.

Penyebab :
Kemungkinan penyebab termasuk yang terkait dengan perubahan hormon seperti estrogen terlalu banyak atau prolaktin, terlalu sedikit atau buruk waktunya hormon luteinizing, dan penyakit ovarium polikistik. Penyebab fisik termasuk obesitas atau kehadiran fibroid, hiperplasia endometrium, polip, kanker, endometriosis, kehamilan ektopik, dan menggunakan IUD.Gangguan perdarahan seperti kekurangan vitamin K atau penggunaan pengencer darah dapat memberikan kontribusi faktor. hipotiroidisme, defisiensi zat besi, dan kekurangan vitamin A.

Perdarahan berat dapat disebabkan oleh estrogen terlalu banyak atau terlalu sedikit progesteron. Terlalu banyak estrogen menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari lapisan endometrium yang kaya darah yang akan dikeluarkan setiap bulan.

Diagnosis dan Tes
Ketika telah ditetapkan bahwa penyebabnya adalah tidak organik (kondisi fisik), laboratorium pengujian (waktu perdarahan, hitung darah lengkap, dan fungsi tiroid) harus dilakukan, dan setiap kelainan dikoreksi.lebih atau kurang dari biasanya, sulit untuk secara akurat menentukan kehilangan darah yang sebenarnya menggunakan perkiraan berdasarkan jumlah tampon atau pembalut yang digunakan. Satu studi menunjukkan bahwa 26% dari wanita dengan hilangnya periode menstruasi normal dianggap mereka berat, sementara 40% dari mereka dengan kerugian besar dianggap periode mereka untuk menjadi moderat atau ringan. [Acta Obstet Gynecol Scand 1966; 45: pp.320-51]

Threatment/perawatan yang dibutuhkan untuk Menorrhagia:

Herbal/botanical : bisa menggunakan vitex agnus cactus, yang mana herbal ini menyeimbangkan hormon2. jadi herbal ini sangat effective untuk penderita menorrhagia. meskipun diperlukan untuk memakai vitex ini untuk beberapa (2-3) bulan untuk memperoleh efek.

Mineral: memperbanyak konsumsi makanan yg kaya akan zat besi.

Vitamin :

-vitamin A
Dalam satu studi, serum retinol kadar (ukuran vitamin A level)ditemukan secara signifikan lebih rendah pada wanita denganmenorrhagia daripada kelompok kontrol sehat. Seseorang tidakboleh melebihi 10.000 IU per hari jika beresiko menjadi hamil.

- Vitamin C, bioflavonoid

Kerapuhan kapiler diyakini memainkan peran dalam banyak kasus menorrhagia. Suplementasi dengan vitamin C dan bioflavonoid telah terbukti mengurangi menorrhagia. Seperti vitamin C dikenal untuk secara signifikan meningkatkan penyerapan zat besi, efek terapeutik juga dapat terjadi karena penyerapan zat besi ditingkatkan.

- vitamin E

Radikal bebas mungkin memiliki peran penyebab dalamperdarahan endometrium, terutama dengan adanya alat kontrasepsi dalam rahim. Satu studi menunjukkan bahwa suplementasi dengan 100 IU untuk 10 minggu menghasilkan peningkatan pada semua pasien. [Int J Fertil 1983; 28: pp.55-6], Perhatian harus dilakukan sebagai dosis tinggi memiliki efek pengencer darah jadi di jangan terlalu banyak dosis vitamin, cukup dengan 100IU saja.



sumber : http://progamhamil.web.id/menorrhagia-haid-berlebihan/#more-83

Monday, January 2, 2012

Kafein, Musuh Kesuburan Wanita

Sementara bagi pria, kafein justru berperan meningkatkan kesuburan.

VIVAnews - Gaya hidup memengaruhi kesuburan. Bagi Anda yang tengah mendamba momongan, terapkan gaya hidup sehat melalui pemilihan makanan dan olahraga teratur.

Salah satu yang harus Anda lakukan adalah membatasi asupan kafein di bawah angka 300 miligram per hari. Angka ini setara dengan tiga cangkir kopi atau enam kaleng minuman bersoda. Ingat, kafein tidak cuma terkandung di dalam kopi, tetapi juga makanan lain seperti cokelat, dan soft drink.

Kafein diklaim dapat menurunkan kesempatan wanita untuk hamil. Efek stimulan atau daya rangsang pada kafein menyebabkan perubahan kadar hormon yang pada gilirannya dapat mengganggu fertilitas. Sementara konsumsi alkohol dapat mengganggu kesuburan hingga 50 persen.

Hindari pula makanan yang tercemar pestisida agar kestabilan hormon tak terganggu. Hindari pula makan makanan yang melewati proses berulang. Sebaiknya, santap makanan alami dan organik selama menjalani program kehamilan.

Saat menjalani program kehamilan, usahakan berat badan terjaga proporsional. Hindari diet ketat yang membuat berat tubuh turun drastis karena dapat mengacaukan siklus menstruasi. Hindari pula tubuh yang terlalu gemuk. Membatasi konsumsi gula dan karbohidrat olahan juga penting Anda lakukan.

Terlepas efek buruknya pada kesuburan wanita, sejumlah penelitian di mancanegara justru membuktikan kafein meningkatkan kesuburan pada pria. Salah satunya adalah hasil penelitian dari Coffee Science Information Centre di Brazil.

Dr Euan Paulus, juru bicara lembaga itu, mengatakan, kafein merangsang sel-sel dopamin di dalam otak, sehingga membantu orang untuk berkonsentrasi. "Ada kemungkinan sperma juga mengalami dorongan ketika seorang pria menerima asupan kafein," ujarnya. (umi)
• VIVAnews 




sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/250910-kafein--musuh-kesuburan-wanita
 

khairun naqiah Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger